Kini Pukul :

Disaat Umat Islam Jalankan Shalat Idul Adha, Walikota Ini Resmikan Gereja Bersama Menteri

Vnn.co.id, Kota Bekasi — Seyogyanya hari ini Walikota Bekasi Rahmat Effendi melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Barkah, Kota Bekasi. Namun, ia tak bisa hadir dan digantikan Kepala Bagian Kesos Pemkot Bekasi, Ahmad Yani.

Dilansir dari Panjimas.com,
“Tadi sekitar jam empat pagi saya dihubungi Pak Walikota, bahwa beliau tidak bisa hadir karena satu dan lain hal,” kata Ahmad Yani dalam sambutannya jelang shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Barkah, pada Ahad (11/08/2019).

Ternyata pada saat yang sama,  saat umat Islam tengah merayakan Hari Raya Idul Adha, Pepen -sapaan akrabnya- justru meresmikan Gereja Santa Clara, Paroki Bekasi Utara. 

Dalam sambutannya, Pepen menegaskan dirinya rela ditembak mati, daripada harus mecabut Izin Gereja Santa Clara.

“Tembak saja kepala saya, saya tidak akan cabut izin gereja tersebut, di hadapan Muspida,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.
“Kecuali atas perintah hukum,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, hadir Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo selaku tuan rumah dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.

Peresmian Gerja Katolik Santa Clara juga diumumkan secara langsung (live streaming)melalui akun resmi media sosial Keuskupan Agung Jakarta.

“LIVE! DEDIKASI GEREJA ST. CLARA BEKASI UTARA (Setelah 21 Tahun)
Oleh Uskup Suharyo
Minggu,
11 Agustus 2019
Pk. 08.00 WIB,” demikian bunyi pengumuman di media sosial tersebut.

Selain itu, dalam akun Instagram pribadi Ignasius Jonan juga memposting foto-foto peresmian Gereja Santa Clara.
“Peresmian Gereja Katolik Santa Clara di Bekasi Timur pagi ini, 11/08/2019, oleh Walikota Bekasi dan Uskup Agung Jakarta. Terima kasih kepada warga dan Walikota Bekasi yang menjunjung tinggi KEBHINNEKAAN negeri ini,” tulis Jonan dalam  akun miliknya @ignasius.jonan. 
Untuk diketahui, umat Islam Bekasi berkali-kali melakukan aksi penolakan gereja santa clara. Tak sedikit para tokoh Islam yang pernah masuk bui, lantaran menentang pendirian gereja yang diduga manipulatif itu.

Pembangunan Gereja Santa Clara sempat dihentikan dan dinyatakan status quo oleh Walikota Bekasi, Rahmat Effendi. Namun, pembangunan gereja terus berlanjut, hingga akhirnya diresmikan. 

Redaksi Yang Bersumber Panjimas.com